pledo.desa.id Disparbud Flotim Serahkan Pemanfaatan dan Pengelolaan TIC Mekko pada Pemerintah Desa Pledo Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur menyerahkan pemanfaatan dan pengelolaan gedung Tourism Information Center (TIC) yang berada di destinasi wisata Mekko kepada Pemerintah Desa Pledo melalui penyerahan secara simbolis kunci gedung TIC Mekko dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemasaran dan Kemitraan, Silvester S.T. Kablene, SE, dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pelaksanaan.
Penyerahan pemanfaatan dan pengelolaan ini dilaksanakan sebagai bagian dari acara Launching Sistem Informasi Desa Pledo (SID) pada Sabtu (14/12/19) di Aula Desa Pledo, Kecamatan Witihama. SID yang dikembangkan melalui platform OpenSID ini dapat diakses publik melalui pledo.id.
Dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur, Silvester S. T. Kabelen, SE menyampaikan bahwa TIC Mekko ke depannya harus dimanfaatkan sebagai sumber informasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Mekko. “TIC Mekko harus menjadi pusat data tentang pariwisata di Mekko, tentang jumlah wisatawan serta pengembangan pariwisata di Mekko itu sendiri karena Mekko merupakan salah satu ikon pariwisata di Flores Timur yang semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional selain Semana Santa,” tuturnya.
Silvester juga menekankan bahwa dengan adanya pledo.id yang dimiliki Desa Pledo ini maka promosi pariwisata di Mekko akan semakin mudah dilakukan sehingga mampu menjangkau ke seluruh pelosok dunia. “Pledo.id yang dilaunching hari inipun akan memperkuat promosi pariwisata di Mekko sehingga diharapkan wisatawan akan semakin banyak datang dan berkunjung ke Mekko. Dampaknya bahwa masyarakat di sekitar destinasi wisata akan mendapat keuntungan secara ekonomi,” lanjutnya. Menurutnya pula, potensi pariwisata Mekko kini telah mendapat perhatian serius dari pemerintah, baik di tingkat kabupaten, propinsi, maupun nasional.
Bakri Lolowajo selaku ketua Komunitas Bangkit Muda Mudi Mekko sekaligus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mekko yang selama ini mewadahi dan mengatur aktifitas pariwisata di Mekko secara terpisah mengungkapkan bahwa penyerahan dan pengelolaan TIC Mekko ini merupakan salah satu hal maju dalam kaitannya dengan pengembangan pariwisata di Mekko. “Kami sangat mendukung dan mengapresiasi momentum ini dan siap menjalani tugas ini,” responnya. Menurutnya, pengaturan manajemen wisata di Mekko selama ini lebih banyak berkaitan dengan pengaturan jumlah perahu nelayan yang mengatur wisatawan ke Mekko dalam waktu tertentu. “Sekarang terdata 22 motor perahu yang beroperasi mengantar wisatawan ke Mekko. Saat ini kami yang berjumlah 19 orang mengatur jumlah perahu motor setiap harinya sehingga semua perahu motor itu mendapat kesempatan yang sama dalam mengantar wisatawan ke Mekko. Khusus untuk parkiran, kami hentikan dulu sebentar karena harus menunggu Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur tentang itu,” lanjutnya.
Meski demikian, Bakri juga masih berharap perhatian pemerintah melalui pembangunan beberapa fasilitas pendukung lainnya di Mekko misalnya parkiran yang lebih baik lagi, penataan pintu masuk dan gapura, serta pengeras suara agar bisa mengontrol perahu-perahu motor secara lebih mudah dan efisien.
Mengenai jumlah pengunjung setiap harinya, Bakri mengakui jumlah pengunjung ke Mekko memang cukup banyak. “Kalau hari biasa memang agak sepi, tapi kalau Sabtu dan Minggu, bisa mencapai 300 hingga 400 pengunjung,” jawabnya. Bakri pun mengungkapkan bahwa dengan adanya penyerahan pengelolaan dan pemanfaatn TIC Mekko ini maka data pengunjung ke Mekko akan diolah secara lebih baik lagi.
Acara yang juga dihadiri oleh Camat Witihama yang mewakili Bupati Flores Timur, Laurensius Lebu Raya, Kepala Bidang Mitra dan Informasi Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Flores Timur, Suhemi, SE, Kepala Desa Pledo, Samsudin Samon Deran, S.Sos, moderator nasional OpenSID, Andreas Lebuan Pehan selaku web desainer Pledo.id, serta beberapa kepala desa di Kecamatan Witihama serta warga masyarakat Desa Pledo.
Selaku pendamping dalam pengembangan Pledo.id, Andreas Lebuan Pehan mengungkapkan bahwa Flores Timur merupakan daerah prioritas kedua di Indonesia bagi OpenSID karena sebanyak 48 desa di Flores Timur yang menggunakan platform OpenSID sebagai pengembang pada web desa mereka. Menurutnya, selain mempermudah pelayanan publik dan administrasi kependudukan, web desa ini juga sangat membantu dalam mempromosikan potensi-potensi desa termasuk pariwisata. Menurutnya pula, promosi-promosi potensi wisata seperti di Mekko ini akan sangat efektif bila dikelola dengan baik dan efektif melalui Pledo.id.
“SID online desa Pledo yang dapat diakses publik melalui pledo.id –yang diharapkan dapat secepatnya mendapat domain desa.id sehingga menjadi pledo.desa.id- seharusnya menjadi jendela dan media memperkenalkan potensi tersebut dan itu telah dilakukan dengan artikel dan video yang ada di pledo.id dan saya yakin, Pemdes Pledo melalui Tim Pengelola SID mereka akan selalu mempromosikan potensi Mekko ini,” ujarnya.
Menurutnya pula, promosi digital harus dikembangkan dengan strategi yang efektif untuk mendatangkan wisatawan. “Saran saya adalah, pengelola SID juga sudah seharusnya mempertimbangkan cara dan strategi untuk mempublikasikan pledo.id dan meningkatkan jumlah viewers dalam kaitan dengan target-target promosi wisata di desa Pledo,” tutupnya.